Pamor Reged Banyu

Deskripsi;
Pamor Reged Banyu ini tergolong pamor yang cukup langka, karena cukup jarang ditemukan. 
Pamor ini berbentuk dari susunan setengah lingkaran yang bertumpuk, sehingga seperti setengah gelombang, dalam gambaran ketika batu dilempar ke air yang akhirnya memunculkan gelombang. Sekilas mirip pamor Batu Lapak, akan tetapi berjajar diatas sor-soran hingga ke ujung bilah.
Pamor ini ada yang menghias seluruh bilah, ada yang sebagian saja, dan tidak dari sor-soran keujung bilah. 
Pamor Reged Banyu tergolong pamor rekan, karena telah direncanakan sebelumnya oleh sang Mpu.
Perlu diketahui bahwa Pamor Reged Banyu tergolong tidak pemilih, sehingga bisa dimiliki siapa saja.

Makna;
Secara etimologi, 'Reged Banyu' berarti merujuk pada 'Air yang Kotor'. 
Kita ketahui bersama bahwa air selalu Mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, atau mengalir dari hulu menuju hilir dan akhirnya ke muara yang kemudian berbaur ke  luas samudera.
Air selalu memberikan Pelajaran hidup yang sangat luar biasa bagi manusia.
Dalam prosesnya mencapai muara, tidak semudah saat kita berangan-angan. Banyak sekali rintangan yang harus dihadapi, air akan menghadapi bebatuan, yang terus menghambat perjalanan nya, dia terus mengalir, menikmati perjalanan nya. Belum lagi dengan kotoran-kotoran seperti limbah manusia, yang membuat nya menjadi keruh, serta kotor, sehingga membuatnya tidak bermanfaat. Dalam berjalannya waktu ketika dia ke muara, air mengurai nya, dia terus bergerak, dan terus mencari solusi sendiri. Ketika tidak mampu, dimuara, dia akan menyerahkannya pada sang pencipta...menguap, dimurnikan, dan akhirnya terbentuklah awan (Cumulus maupun stratus), terbentuk lah hujan, air yang murni, dan akhirnya terlahir kembali, dan siklus itu terus berulang.
Dari sini, sang Mpu dalam proses awal penciptaan pamor 'Reged Banyu' ini seperti meng isyaratkan akan banyak nya cobaan dalam hidup. Tapi disana letak kemuliaan itu ada, dan membuat kita menjadi besar. Cobaan demi cobaan yang membuat kita semakin berhati-hati dan berilmu, untuk bekal di cobaan berikutnya.
Disinilah derajat kita sebagai manusia yang berawal tidak tahu apa-apa sampai makin banyak tahu tentang kehidupan, semakin teruji.



----------------------------------------
Ditulis dan disadur
Oleh: Bhre Polo
Sumber: 

Komentar

Postingan Populer